Semester I APBN Tahun 2017, APBN Torehkan Rapor Cemerlang

14/07/2017 8:46:45

Dalam rangka upaya mencapai target-target pembangunan nasional yang tercantum pada visi misi Pemerintahan, pelaksanaan APBN tahun 2017 pada semester I Tahun 2017 berjalan seiring dengan pelaksanaan strategi fiskal dan perkembangan ekonomi makro. Peningkatan pertumbuhan ekonomi yang disertai peningkatan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan perbaikan tata kelola keuangan negara pada tahun-tahun sebelumnya, serta percepatan penyerapan anggaran pada tahun berjalan merupakan langkah yang baik untuk mewujudkan tercapainya tujuan pembangunan nasional pada tahun 2017. Untuk menjaga kualitas belanja, Pemerintah secara konsisten tetap menjaga implementasi belanja terutama untuk infrastruktur, anggaran wajib (pendidikan dan kesehatan), dan anggaran perlindungan sosial dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan.

Dalam perkembangannya, pelaksanaan APBN dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik eksternal maupun internal yang memengaruhi pergerakan asumsi dasar ekonomi makro. Dinamika ADEM memengaruhi realisasi APBN Semester I APBN, baik di sisi pendapatan negara dan belanja negara. Pada sisi pendapatan negara, terdapat kenaikan pajak penghasilan minyak dan gas (migas) dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sumber daya alam (SDA) migas. Sedangkan pada sisi belanja negara, terdapat tekanan yang akan memengaruhi belanja negara pada realisasi semester II tahun 2017 yaitu kenaikan subsidi energi (LPG tabung 3 kg dan subsidi listrik), pembayaran bunga utang, dana bagi hasil (DBH) migas akibat perubahan dari pendapatan minyak dan gas, serta perubahan dana alokasi umum (DAU) sebagai akibat perubahan penerimaan dalam negeri (PDN) neto.

Dalam rangka mengantisipasi perkembangan asumsi dasar ekonomi makro dan kondisi fiskal tersebut, Pemerintah telah mengajukan penyesuaian asumsi dasar ekonomi makro dan konsolidasi fiskal melalui perubahan APBN tahun 2017 pada awal Juli 2017. Penyesuaian meliputi perubahan kebijakan di bidang pendapatan negara, belanja negara, dan pembiayaan anggaran sehingga pelaksanaan APBN tahun 2017 dapat lebih kredibel, berkualitas, dan berkesinambungan.

Berdasarkan data realisasi semester I APBN tahun 2017,  realisasi pendapatan negara dalam akhir tahun 2017 diperkirakan akan mencapai Rp1.714.128. Sedangkan pada sisi belanja negara, Pemerintah memerhitungkan pola kinerja penyerapan tahun-tahun sebelumnya (hemat alamiah)  yang selalu terdapat pagu yang tak terserap, sehingga  outlook belanja negara sampai dengan akhir tahun 2017 diperkirakan mencapai Rp2.077.008,6 miliar (98,4 persen terhadap pagu yang diusulkan dalam perubahan APBN tahun 2017). Dengan demikian, defisit anggaran sampai dengan akhir tahun diperkirakan sebesar Rp362.880,5 miliar atau 2,67 persen terhadap PDB, lebih rendah dari tingkat defisit anggaran dalam RAPBNP tahun 2017. Untuk membiayai defisit anggaran dimaksud, maka sumber utama pembiayaan anggaran melalui pembiayaan utang (surat berharga negara).

 Selangkapnya document dapat diunduh di http://www.data-apbn.kemenkeu.go.id/Publications

 

 

 

 

 


To reach the national development target in Government vision, the implementation of Budget FY 2017 in QII run well as fiscal strategy and economy macro progress. The increase of growth with higher PMTB and the improvement of good governance in the previous years, and also the better of realization in the recent year, is  good way to implementing the purpose og national development in 2017. To keep quality of spending, Government consistently keep to implement expenditure, especially for infrastructure, mandatory spending (education and healthy), and social protection in poor alleviation and inequality program.

Eselon I Kementerian Keuangan